√10 Rumah Adat Jawa Timur, Beserta Filosofi dan Ciri khasnya
Perpustakaan.id

√10 Rumah Adat Jawa Timur, Beserta Filosofi dan Ciri khasnya

Rumah Adat Jawa Timur

Rumah adat jawa timur , khas jawa timur

Indonesia adalah negara yang memasuki posisi 5 untuk kepadatan penduduk terbanyak di dunia,
setelah negara brazil yang menepati posisi ke 4 di dunia. Kepadatan penduduk tersebut berdampak
besar untuk Indonesia. Dampak besar tersebut seperti munculnya keragaman suku, adat, budaya,
agama, dan masih banyak lagi keragaman yang ada di indonesia.

Rumah adat adalah salah satu keragaman yang dimiliki oleh indonesia dan rumah adat menjadi
salah satu kebudayaan yang sangat populer untuk dituntas keunikan dan keunggulan nya . Keunikan
dan keunggulan tersebut pastinya akan berbeda setiap daerah. Rumah adat di setiap daerah juga
memiliki nama khas sendiri hal tersebut untuk menjadikan ciri khas identitas di setiap daerah
tersebut Sehingga tidak heran jika rumah adat adalah salah satu kebudayaan yang dimiliki oleh
Indonesia ini.

Nama Rumah Adat Jawa timur

Terdapat banyak sekali rumah adat di indonesia, di setiap daerah pasti memiliki nama rumah adat
tersendiri, seperti Rumah adat Jawa Timur yang berada di Ponorogo yang dikenal dengan rumah
adat Joglo nya, rumah adat Jawa Timur yang berada di Banyuwangi yaitu rumah adat Using, rumah
adat Jawa Timur yaitu rumah adat Suku Tengger yang ada di Daerah Lumajang.

Masih banyak sekali nama Rumah adat Jawa Timur, Yuk kita tuntas satu persatu di setiap daerah
di Jawa Timur. Kita akan mempelajari mulai dari bagian dari rumah tersebut, filosofi, dan keunikan
dari rumah adat Jawa Timur.

Rumah Joglo

rumah adat jawa timur rumah joglo

Rumah Adat Jawa Timur – Rumah Joglo adalah rumah adat jawa timur yang bentuknya menyerupai rumah adat jawa tengah. Rumah joglo memiliki atap yang besar dengan mengambil perlambang seperti gunung. Bentuk atap rumah yang menyerupai gunung ini membuat rumah adat Jawa Timur yang dikenal Joglo terkesan megah.

Filosofi dari Rumah Joglo :

Rumah adat jawa timur yang satu ini yaitu Rumah Joglo dibangun sejak zaman kuno.
Pada zaman dahulu hanya para bangsawan yang memiliki rumah Joglo ini untuk menerima tamu dengan jumlah yang banyak. Hal tersebut menjadikan rumah Joglo dibangun untuk menunjukkan strata atau status sosial tertentu dalam masyarakat. Namun seiring berkembangnya zaman kini rumah Joglo tidak hanya dimiliki oleh seorang bangsawan akan tetapi dimiliki oleh semua orang.

Rumah Adat Jawa Timur yaitu Rumah Joglo mengambil perlambang gunung karena gunung memiliki arti yaitu kedudukan tinggi dan sakral dalam kehidupan masyarakat Jawa. Selain itu, gunung diyakini oleh masyarakat Jawa sebagai rumah para dewa sehingga gunung yang disimbolkan sebagai atap rumah adat jawa timur yaitu rumah Joglo ini diberi nama Tajug.

“ Rumah Joglo merupakan tidak sekedar sebagai tempat tinggal saja, akan tetapi sebagai perwujudan dari diri manusia yang berbaur dengan alam sekitar.”

Keunikan Rumah Joglo :

  • Semua bangunan terbuat dari kayu jati
  • Setiap Ruangan dari rumah joglo terdapat arti tersendiri
  • Gunung adalah sebagai simbol dari rumah joglo
  • Rumah yang terkesan megah
  • Atap Rumah berbentuk limas dan mengrucut seperti gunung

Jenis Rumah Joglo

Rumah-Adat-Jawa-Timur

Rumah Adat Jawa Timur yaitu Rumah Joglo memilki banyak jenis, antara lain:

1. Joglo Sinom

Rumah-Adat-Jawa-Timur-Rumah-Joglo-Sinom

ciri-ciri rumah Joglo Sinom :

  • Rumah yang memilki 36 pilar dan 4 ska guru
  • Konsep bangunan yang mengunakan teras keliling
  • Masing-masing puncak dari keempat sisi, di desain secara tinggi dan bertingkat
2. Joglo Pangrawit

Rumah-Adat-Jawa-Timur-Rumah-Joglo-pangrawit

Ciri-ciri Rumah Joglo Pangrawit :

  •  Memiliki konsep desain arsitek yang detail daripada Joglo Sinom
  • Halaman rumah yang luas dengan jumlah pilar yang lebih banyak
  •  Rumah Joglo Pangrawit memiliki bentuk atap yang menjulang dan mengrucut dengan setiap sudutnya memiliki pilar
3. Joglo Hageng

Rumah-Adat-Jawa-Timur-Rumah-Joglo-Hageng

Ciri-ciri Joglo Hageng :

  • Memilki konsep desain arsitektur yang rumit
  •  Memilki banyak pilar dan halaman yang lebih luas
  • Ukuran ruangan yang yang lebih pendek
  • Memilki atap rumah yang tumpul
  • Biasanya Rumah Joglo Hageng ini dimilki oleh keluarga yang berpenghasilan lebih mencukupi
4. Joglo Situbondo

Rumah adat jawa timur rumah adat joglo situbondo

Ciri-ciri Joglo Situbondo :

  • Rumah Joglo Situbondo biasanya diemukan di daerah Ponorogo
  • Memilki bangunan yang kokoh dari kayu jati
  • Material kayu jati untuk bahan dasar bangunan
  • Memilki susunan bangunan yang bisa menghubungan keharmonisan antara manusia dan sesama, serta hubungan manusia dengan alam sekitar
5. Joglo Jompongan

Rumah adat jawa timur, joglo jompongan

Ciri-ciri Joglo Jompongan :

  • Joglo Jemplongan memiliki dua buah pengerat dan memiliki denah bujur sangkar
  • Joglo Jemplongan menjadi bentuk dasar dari rumah adat jawa timur yaitu Rumah Joglo

2. Rumah Adat Using

rumah adat jawa timur , rumah adat using

Rumah Adat Jawa Timur selanjutnya adalah Rumah Adat Using, yang terletak di Kabupaten Banyuwangi, ujung timur dari Pulau Jawa dan berbatasan dengan Sulat Sunda.Rumah Adat Usang bisa ditemukan di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Rumah Adat Jawa Timur ini masih terjaga keaslian nya yang membuat para wisatawan merasakan suasana Banyuwangi seperti tempo dulu.

Ciri-ciri Rumah adat Using

  • Rumah Adat Usang memiliki bidang penutup atap 4 rab, Rumah adat
  • Baresan memiliki 3 rab, sedangkan yang memiliki 2 rab yaitu Rumah Adat Crocogan.
  • Memiliki 4 ruang yaitu ampuer, hek/baleh, jerumah, dan pawon.
  • Ruang ampet adalah ruang untuk menerima tamu
  • Ruang hak/baleh adalah ruang untuk pembatas antara ruang publik dengan ruang privasi
  • Ruang jerumuh adalah ruang tengah yang tidak boleh diketahui oleh orang atau bisa disebut dengan ruang rahasia
  • Ruang Pawon adalah ruang yang digunakan untuk memasak atau bisa disebut ruang dapur

3. Rumah Adat Suku Tengger

Rumah-Adat jawa- timur-Suku-Tengger

Rumah Adat Jawa Timur selanjutnya dibangun oleh masyarakat Suku Tengger yaitu Rumah Adat Suku Tengger. Rumah Adat Jawa Timur yang satu ini terletak di Jawa Timur tepatnya di Lereng Gunung Bromo, Desa Ranupane, Kabupaten Lumajang.

Ciri-ciri Rumah Adat Suku Tengger

  • Rumah Adat Suku Tengger merupakan rumah yang tidak bertingkat dan bukan jenis rumah panggung
  • Struktur bangunan tersusun dari papan atau batang kayu
  • Memiliki 2 jendela saja, untuk memberikan kesan atap tinggi dan terlihat terjal
  • Rumah Adat Suku Tengger pada bagian depan rumah memiliki bali-bali untuk tempat duduk atau lebih menyerupai dupan
  • Rumah adat Jawa Timur ini memiliki pola yang tidak teratu dan disusun bergerombol, saling berdekatan, dan hanya dipisahkan oleh setapak untuk jalan kaki

4. Rumah Adat Dhurung

Rumah adat jawa timur , rumah adat dhurung

Rumah Adat Jawa Timur yang ini berbeda dengan rumah adat yang lainnya, yang terletak di Pulau Bawean yakni Kota Gresik, Jawa Timur. istilah Dhurung memliki arti sebuah gubuk yang tidak berdinding yang terbuat dari kayu/bambu dan atap yang terbuat dari daun pohon dheun (dalam bahasa Bawean). Rumah Adat Dhurung ini merupakan tempat beristirahat setelah pulang dari sawah, dan bisa juga untuk tempat sosialisasi antar warga, bahkan tempat untuk mempertemukan jodoh bisa ditempat ini.

Ciri-ciri Rumah Adat Dhurung :

  • Salah satu Rumah adat yang tidak terdapat dindingnya, seperti gubuk
  • Memiliki fungsi yang banyak yaitu tempat beristirahat, Sosialisasi, dan mempertemukan jodoh
  • Rumah yang bisa menyimpang lumbung padi, dan dilengkapi jhelepeng semcama jebakan tikus
  • Tiangnya memiliki nilai seni ukir yang indah dan sulit untuk ditiru

5. Limasan Lambang Sari

rumah adat jawa timur, lambangsari

Merupakan Rumah Adat Jawa Timur yang berbeda dengan Rumah Joglo. Limasan adalah salah satu jenis rumah arsitektur Tradisional Jawa, yang memilki desain yang sederhan dan indah. Rumah Limasan memiliki falsafah arti yang sosiokultural.

Ciri-ciri dari Rumah Adat Limasan Lambang Sari

  • Bangunan rumah yang memiliki ciri khas pada atapnya yaitu terdapat balok yang menyumbung antara “atap berujung “ dan “atap penanggap”.
  • Tiang yang digunakan sebanyak 26 buah
  • Atap yang dimiliki 4 buah sisi yang masing-masing mempunyai bentuk tersusun 2 buah
  • Memiliki satu buah “bubungan” atau “wuwungan” yang menghubungkan 4 sisi
  • Bangunan terbuat dari kayu jati, sonokeling, kayu nangka, dan kayu keras lainnya.
  • Bangunan yang memiliki pondasi dengan nama “umpak” yang bisa digunakan untuk mengunci tiang atau kolom
  • Bangunan yang bisa merendam suara gempa

6. Limasan Trajumas

rumah adat jawa timur limas trajumas

Rumah adat Jawa Timur ini sama halnya dengan Rumah Adat Limasan yaitu Lambang Sari, dengan sedikit perbedaan sedikit.

Ciri-ciri Rumah Adat Limasan Trajumas :

  • Memiliki 6 buah tiang dan ander
  • Memiliki bagian ruang yang sama disebut rong rongan
  • Memiliki 4 buah sisi atap

7. Limasan Trajumas Lawakan

rumah adat jawa timur limas trajumas

Rumah adat Jawa Timur yang berbentuk limasan selanjunya yaitu Limasan Trajumas Lawakan. Rumah Limasan ini merupakan model limasan dengan menambahkan emperan/ teras yang mengelilingi bangunan.

Ciri-ciri Limasan Trajumas Lawakan :

  • Memiliki emperan yang mengelilingi rumah
  • Atap rumah yang terdiri dari 4 buah
  • 20 Tiang atau saka sebagai struktur utama
  • Bangunan memakai material kayu serat , kayu jati, kayu sonokeling, kayu glugu, kayu nangka, dll.

Nurul potret

Si Penulis adalah seorang perempuan yang suka travelling dan ingin mengililingi indahnya keragaman kebudayaan dan kesenian di Indonesia

Yakin nggak mau komen nih

Close Menu