Tinggal nge-klik Aja! Kamu Bisa Tau Segalanya Tentang Alat Musik Rebab

Tinggal nge-klik Aja! Kamu Bisa Tau Segalanya Tentang Alat Musik Rebab

Hallo sahabat hownesia kita bertemu kembali dengan artikel yang masih tentang mengungkit keindahan Indonesia. Pada artikel kali ini saya akan mengulik tentang salah satu alat musik tradisional dari Melayu, termasuk di daerah Indonesia yang lainnya, khususunya pada daerah Bintan Kepulauan Riau.

Nah, penjelasan selengkapnya mengenai alat musik rebab akan kita bahas pada artikel ini mulai dari pengertian apa itu alat musik rebab, sejarah alat musik rebab, asal-usul alat musik rebab, fungsi alat musik rebab, cara  membuat, dan masih banyak sekali. yuk langsung saja, ini dia ulasannya!

Baca juga :

Pengertian Alat Musik Rebab

 alat musik rebab, sejarah alat musik rebab, asal-usul alat musik rebab, fungsi alat musik rebab, cara membuat,
www.sumber.com

Alat musik rebab merupakan alat musik yang termasuk dalam jenia alat musik gesek, sebab cara memainkannya dengan digesek pada bagian senarnya dengan memakai alat khusus. Posisi memainkannya pun dengan cara diletakkan dibawah seperti alat musik callo, sementara pemainnya dalam posisi duduk.

Alat musik rebab ini juga sama dengan biola, namun kalau biola dimainkan dengan cara disandarkan di pundak.

Memang alat musik rebab ini merupakan kaloborasi dari 2 alat musik tersebut callo dan biola.

Asal Usul Alat Musik Rebab

Asal-usul alat musik rebab di indonesia
wikipedia.com

Alat musik rebab adalah alat musik yang bisa dikatakan alat musik tertua, sebab dikenal sejak abad ke-9 Masehi.

Asal mula adanya rebab yaitu dari wilayah Timur Tengah kemudian ke Persia dan India, lalu singgah di kepulaun Nusantara ini.

Nah, itu dia perjalanan dari alat musik rebab. Alat musik yang sebenarnya datang dari luar. Dalam perjalanannya alat musik rebab memiliki warna tersendiri yang berbeda dengan permainan musik dari negara asalnya.

Perbedaan tersebut disesuaikan dengan adat budaya dan tradisi dari masing-masing daerahnya. Untuk Indonesia alat musik rebab singgah di  Kepulaun Riau.

Alat musik rebab yang ada di ukiran candi borobudur
ulinulin.com

Dalam buku Kesenian Tradisional Masyarakat Kepulauan Riau yang ditulis oleh Evawarni (2006) dijelaskan bahwa, Rebab pernah dibicarakan oleh Ilmuwan Muslim yaitu Al Farabi (870-950 M) pada bukunya  “Kitab Al Musiqi al Kabir”. Ada yang mengatakan juga pada dinding Candi Borobudur (abad ke-11) Alat musik rebab pernah dilukiskan.

Alat musik rebab ini memimiliki nama-nama yang berbeda dalam setiap daerah.

  • Indonesia ⇒ Alat musik rebab
  • Afghanistan ⇒ Alat musik rubab
  • Arab ⇒ Alat musik rabab
  • Persia ⇒ Alat musik rabab
  • India ⇒ Alat musik sarod

Dari semua penyebutan kata rebab yang terdiri dari kata rebap, rebeb, rabab, rababah, atau al-rababa itu, berasal dari bahasa serapan dan bahasa Arab yang berarti busur atau gondowe.

Nah berlajut lagi dalam perjalanan alat musik rebab yaitu di negara Eropa Barat. Perjalanan ini dimulai dari pusat Khalifah Islam di Cordova (Spanyol) pada abad ke-8 dan berkembang menjadi alat musik yang berbentuk cello dan kemudian biola sperti sekarang ini. Dimulai dari Turki dan Asia Tengah, ia masuk ke Persia dan India bahkan Tiongkok, kemudia di Asia Tenggara ini.

Tidak berhenti samapai disitu alat musik rebab melakukan perjalanannya ke India yang dinamai sarod. Pemain yang memainkan alat musik ini pada saat itu ilah Tansen (ca.1520-1590), penyanyi terkenal.

Beliau juga menciptakan alat musik sejenis rebab, namun agak berbeda dengan rebab dari Timur Tengah. Memiliki perbedaan pada cara memainkannya yaitu jika sarod dimainkan dengan petik sedangkan rebab digesek.

Maih dari keterunan tansen yaitu Bila Khan ahli dalam memainkan sejenis rebab juga yang dikenla sebgai “rababyah ghar” (kaum pemain rebab).

Pada zaman dahulu kala di Persia terdapat rebab yang bertali satu digunakan sebagai pengiring deklamasi disebut “Rebab ul Shaer”

Filosofi Alat Musik Rebab

Alat musik rebab diibaratkan seseorang yang rindu dengan bidadarinya
karawangtoday.com

Alat musik rebab adalah alat musik yang diibaratkan sebagai orang yang merindukan bidadarinya. Bidadari diibaratkan pada senar dan talinya, sedangkan penggeseknya adalah orang yang rindu dengan bidadari tersebut

Fungsi Alat Musik Rebab

Fungsi alat musik sendiri ada berbagai macam dan di masing-masing daerah fungsinya berbeda-beda. Berikut adalah fungsi alat musik rebab di daerahnya masing-masing.

Fungsi dari alat musik rebab
www.balitaksu.com

Fungsi Alat Musik Rebab di Kepulaun Riau


Rebab adalah alat musik yang mendapatkan kedudukan yang tinggi pada daerah Riau seperti halnya Biola di kebudayaan Barat. Jadi, banyak sekali fungsi alat musik ini.

Terbukti bahwa alat musik ini memiliki kedudukan tinggi yaitu ditunjukkan pada teater tradisional Melayu yang disebut Makyong.

Dalam tariannya, terdapat upacara pembukaan dinamai tarian “menghadap Rebab” yaitu para pemainnya menari dan kemudian duduk menghadap ke pemain rebab.

Fungsi Alat Musik Rebab di Sumatera dan Jawa


alat musik ini berkembang juga di daerah Nusantara lainnya yaitu Sumatera dan Jawa. Alat musik di Jawa termasuk kedalam instrumen gamelan Jawa dan memiliki fungsi untuk mengiringi sinden ketika bernyanyi.

Selain itu fungsi rebab tidak hanya sebagai pelengkap untuk mengiringi nyanyian sinden tetapi lebih berfungsi untuk menuntun arah lagu sinden.

Fungsi Alat Musik Rebab di Malaysia


Di Malaysia alat musik rebab sering juga dimainkan saat menangisi anggota keluarga yang meninggal, memainkannya dengan cara sembunyi atau meratap (meratok).

Nah, itu dia sedikit fungsi dari alat musik rebab, dan pada umunya alat musik ini berfungsi untuk mengiringi lagu yang ber genre Melayu. Alat musik rebab juga terkenal dalam lagu-lagu India dan Turki.

Cara Membuat Alat Musik Rebab

cara membuat alat musik rebab dengan berbagai larangan
www.indonesiakaya.com/

Karena kedudukannya yang tinggi alat musik rebab seringkali disebut dengan “kecopong” maupun pada bentuk batangnya disebut “shaft”.

Pada batangnya diukir dan dihiasi baik pada kepala maupun pada tubuhnya. Terdapat keunikan tersendiri pada ukirnnya yaitu bermotif mahkota pada bagian kepala rebab.

Hanya orang yang memiliki keterampilan mengukir yang menciptakan rebab yang indah dan mendayu-dayu alunan musiknya.

Teringat bahwa alat musik rebab ialah alat musik tradisional yang memiliki kedudukan yang tinggi, dalam pembuatannya juga terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan juga loh.

Meraka tidak diperbolehkan memtong kayu di waktu maghrib atau tengah hari. Mereka juga tidak diperbolehkan menebang pokok secara sungsang. Bahkan, kayu yang sudah dipotong tidak boleh dilangkahi.

Untuk kayu yang digunakan adalah kayu seperti tembusu, nangka, sena, dan belimbing. Pada bagian yang memanjang, rebab terbuat dari kayu nangka, kemudian pada bagian yang berbentuk hati  tebuat dari kayu yang berongga dan ditutup dengan kulit, usus, atau kemih lembu yang dikeringkan, sebagai resonator atau pengeras suara.

Bentuk Alat Musik Rebab

Bentuk dari alat musik rebab terdiri dari 2 versi, yaitu rebab yang mempunyai tangkai pada bagian bawahnya dan juga Rebab yang tidak bertangkai sehingga harus dipangku saat memetiknya.

Rebab sendiri pada umunya memiliki ukuran kecil, berbadan bulat dan pada bentuk bulatannya terbuat dari kulit domba, sekaligus berleher panjang.

Senar yang dipasang terdiri dari satu hingga tiga senar dengan busur yang melengkung dan lebih lengkung daripada busur Biola.

Untuk bagian pinggangnya berbentuk ramping dan biasanya terbuat dari kayu leban (vitex) dengan panjang3 kaki 6 inci dan diukir dari ujung kepala sampai akhir batang.

Kepala rebab atau kecopang berbentuk seperti topi orang Khamer di Kamboja. Pada kepala rebab juga terdapat tiga buah “telinga” sebagai tempat pengait senar rebab.

Alat khusus yang digunakan untuk menggesek  terbuat dari kayu yang diikur juga, berbentuk memanjang vertikal melalui badannya yang dinamai “tempurung” dan muncul lagi pada bagian bawahnya sebagai kakinya.

Lebar alat penggesek kira-kira 8 inci, sedangkan di bawahnya 4,5 inci, dengan ketebalan 2 inci. Bahan untuk membuat tempurung dari kulit kerbau. Selain itu temprung tersebut juga biasa disebut dengan “susu”, sebab lengket dengan kulit yang digunakan untuk menekan suara (resonansi).

Kulit yang melapisi tempurung tersebut berfungsi untuk mengeraskan suara. Sementara itu ada juga dua pemuntal berfungsi untuk mengatur ketegangan senar/dawai.

Itu dia bentuk dari alat musik rebab pada umunya yang dipakai untuk masyarakat Riau. Selebihnya masih banyak sekali bentuk yang lebih variasi dengan banyak hiasan ukiran. Seperti di Jawa  untuk model sederhana seperti “biola sungai Nil” Mesir 2 senar mungkin memiliki badan yang terbuat dari setengah tempurung kelapa.

Versi yang lebih kids jaman now memiliki kotak suara logam dan depan mungkin setengah-ditutupi dengan tembaga yang dipukuli, dan setengah dengan kulit sapi.

Selain memiliki bentuk seperti Biola dan Callo, alat musik ini ternyata juga ada kemiripan dengan Ohyan yang resonatornya terbuat dari tempurung kelapa. Rebab jenis ini dapat dijumpai di Bali, Jawa dan Kalimantan Selatan.

Cara Memainkan Alat Musik Rebab

Alat musik rebab yang dimainkan dengan cara digesek
malisa1buledi.blogspot.com

Sesuai dengan kedudukannya yang tinggi, suara dari alat musik rebab juga tinggi. Memiliki tali (dawai) rebab terdiri 3 dan 2 buah yang dimainkan sekaligus bersama-sama. Nadanya E,A dan E tinggi, dan juga G, D,A.

Cara memainkannya dengan digesek meletakkan ibu jari kanan di samping kepala gesekan, kemudian jari ke-2 dan ke-3 di bawah. Untuk jari ke-4 dan ke-5 mengeraskan talinya. Tali digesekan dimainkan pada bagaian atas “tempurung”, sedangkan bagian belakangnya menghadap ke arah pemiannya.


Nah, itu dia sedikit informasi mengenai alat musik Rebab. Semoga kita sebagai generasi milenial harus tau tentang ini cukup mengetahui bahkan mengembangkannya kalian sudah membantu melestarikan kebudayaan Indonesia. Sampai bertemu di artikel selanjutnya…

Nurul potret

Si Penulis adalah seorang perempuan yang suka travelling dan ingin mengililingi indahnya keragaman kebudayaan dan kesenian di Indonesia

Yakin nggak mau komen nih

Close Menu