√9+ Ragam Bangunan, Hiasan, dan Keunikan Rumah Adat Bali | Lengkap

√9+ Ragam Bangunan, Hiasan, dan Keunikan Rumah Adat Bali | Lengkap

Hallo Sahabat hownesia kembali lagi nih dengan artikel terbaru di setiap harinya yang masih tetap membahas keindahan kebudayaan dan keragaman mulai dari rumah adat, alat musik tradisional, tari tradisional, dan masih banyak lagi.

Pada atikel kali ini saya akan membahas masih berkaitan dengan Bali yang kemarin membahas 9 alat musik Bali, kini bergeser dengan tempat tinggal orang Bali atau bisa disebut rumah adat Bali.

Rumah adat Bali juga merupakan suatu keragaman kebudayaan yang tidak kalah menarik untuk kita bahas dan kalian baca. Sebab banyak sekali filosofi, asal-usul, macam-macam bangunan, Struktur Ruangan dan pastinya keunikan dari rumah adat Bali.

Dan yang aku sebutin itu bakalan kita bahas satu persatu dan akan kita bahas tuntas, setuntas-tuntasnya di hownesia.

Baca juga nih, artikel agar bisa membedakan rumah adat di Indonesia :

Oke langsung saja ini dia penjelasan selengkapnya mengenai rumah adat Bali.

Ragam Struktur Rumah Adat Bali

Keragaman hiasan dan corak dari rumah adat Bali
www.baliekbis.com

Berdasarkan pembahasan oleh masyarakat Bali suatu rumah adat bali harus meliputi aspek yang disebut dengan istilah “Tri Hita Karana”. Aspek tersebut terdiri dari aspek palemahan, aspek pawongan, serta aspek parahyangan. Aspek palemahan sendiri memiliki arti harus ada hubungan yang baik antara penghuni rumah dan lingkungan sekitar, sedangkan pawongan adalah penghuni rumah.

Ragam Hiasan dan Ukiran Rumah Adat Bali

Ragam hias corak fauna dan flaura dari rumah adat Bali
armadhastar.wordpress.com

Desain arsitektur rumah adat Bali juga memiliki ragam hiasan seperti ukiran, peralatan, dan juga pemberian warna yang beragam. Keragaman desain tersebut ternyata mengandung arti khusus yaitu untuk mengungkapkan keindahan simbol-simbol serta sebagai media komunikasi visual.

Tidak salah jika kita berwisata disana disuguhkan dengan hiasan-hiasan ukiran dimana-mana, hal tersebut menjadi suatu ciri khas dari Kota Denpasar, Bali. Ukiran dan pahatan itu diambil dari kehidupan yang ada dibumi, seperti manusia, tumbuhan, dan juga binatang. Corak ragam hias tersebut ditempatkan pada sisi-sisi bangunan yang meliputi :

  • Keketusan yaitu motif tumbuhan dengan lengkungan-lengkungan bunga besar dan daun lebar yang ditempatkan pada bidang yang luas. Adapun jenisnya ada bermacam-macam yakni keketusan wangsa, bunga tuwung, bun-bun dan sebagainya.
  • Kakarangan yaitu motif pahatan berupa tumbuhan juga yaitu tumbuhan lebat dengan daun yang terurai ke bawah layaknya rumpun perdu. Penempatan hiasan ini di sudut batasan sebelah atas yang disebut dengan karang simbar sedangkan untuk karang suring di sendi tugek.
  • Pepatran adalah hiasan tumbuhan juga berupa motif bunga-bunga. Contohnya seperti patra sari yang berada di bidang yang sempit dilaiknya tiang-tiang dan blandar. Patra yang sejenis meliputi  patra pid-pid, patra pal, patra samblung, patra sulur, dan juga patra ganggong. Berbentuk deret memanjang dan dibuat berulang-ulang.

Ragam Pura di Persimpangan Rumah Adat Bali

Patung semacam pura pun juga banyak bertebaran dan singgah di rumah adat Bali
Elizato.com

Jangan heran juga jika kalian berada di lingkungan perkampungan Bali dan menemukan sesajan di persimpangan jalan. Bukan untuk kalian loh sebagai tamu… hehe. Namun sesajan berupa wadah janur serta kembang dan dupa yang menyala tersebut sebagai media meditasi mereka juga.Patung semacam pura pun juga banyak bertebaran dan singgah di rumah adat Bali. Bahkan kantor instansi pemerintah, toko-toko, dan tempat umum lainnya juga ada puranya.

Peraturan Pembangunan Rumah Adat Bali

Posisi dan arah peletakan dari rumah adat Bali
ndikhome.com

Aturan arah Rumah Adat Bali

Ada beberapa aturan yang diterapakan untuk pembangunan rumah adat Bali ini, tidak sekedar membangun saja. Biasanya peraturan tersebut menggunakan aturan Asta Kosali hal ini diibaratkan seperti Feng Shui dalam kebudayaan Cina.

Maksudnya dalam membangun tempat tinggal, orang Bali harus memperhatikan atau memetingkan arah ke mana rumah tersebut menghadap. Karena, sebuah arah memiliki arti penting dalam kehidupan Suku Bali.

Peletakan rumah yang benar dan menjadi suci jika rumah di arahkan pada gunung, sebab gunung adalah benda yang sangat sakral dan keramat. Arah ini bisa disebut dengan istilah Kaja. Hal sebaliknya yaitu keburukan jika rumah diarahkan ke laut atau dalam bahasa Bali disebut Kelod.

Berbeda lagi dengan Pura Desa, yaitu suci jika menghadap ke arah gunung (Kaja), Sedangkan Pura Dalem ataupun kuil dan lainnya yang berhubungan dengan kematian akan diarahkan ke laut (Kelod).


Aturan Sudut Ruang Rumah Adat Bali

Selain arah peraturan dalam menyusun rumah juga tidak bisa ditinggalkan dari kehidupan agama dan adatnya masyarakat Bali. Aturan ini berbeda lagi yang kita bahas tadi, kali ini penempatan lahan diatur dalam Kitab Weda (Asta Kosala Kosali).

Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa rumah Bali adalah sebuah miniatur dalam alam semesta (Bhuana Agung) untuk dijadikan tempat beraktivitas bagi manusia (Bhuana Alit). Maka dalam pembangunan rumah adat Bali juga harus memiliki panduan sudut, yaitu sudut utara dan timur yang dianggap lebih suci ketimbang sudut lainnya yaitu barat maupun selatan.


Aturan Material Bangunan Rumah Adat Bali

Karena adanya sistem kasta pada agama Hindu, pembangunan rumah adat Bali tidak bisa dihindari dengan berbagai macam aturan mulai dari materil yang digunakan untuk membangun rumah adat Bali.

Selain kasta yang berbeda di dalam lingkup masyarakat Bali, Perbedaan material disebabkan oleh faktor ekonomi di setiap keluarga masing-masing.

Peraturan tersebut meliputi bagu masyarakat biasa membangun rumah adat hanya perlu menggunakan peci (terbuat dari tanah liat). Sedangkan bangsawan memakai beberapa tumpukan bata yang dijadikan sebagai pondasi dasar rumahnya dan bagian atapnya biasanya menggunakan genting.

Macam-macam Bangunan Rumah Adat Bali

Pada rumah adat Bali ada beberapa macam bangunan yang terdiri dari angkul-angkul, aling-aling, pura keluarga ini dia penjelasan selengkapnya :

Angkul-Angkul Rumah Adat Bali

 

Angkul-angkul adalah bagian dari rumah adat Bali berupa pintu masuk utama sebelum masuk ke rumah. Pintu masuk utama ini bukan seperti gapura loh, memang bentuknya sama seperti gapura candi bentar namun memiliki fungsi yang berbeda.

Fungsi dari angkul-angkul lebih ke pintu masuk sebuah rumah, sedangkan gapura candi bentar memiliki fungsi sebagai atap yang menghubungkan kedua banguanan yang letaknya sejajar.

Aling-Aling Rumah Adat Bali

Aling-Aling pada rumah adat Bali
Borneochannel.com

 

Aling-aling adalah diambil dari bahasa Jawa dan Bali yang berarti pembatas antara angkul-angkul dengan halaman yang menjadi tempat suci. Selain suci bangunan dalam rumah adat Bali juga dipercayai dapat memberikan aura positif.

Aling-aling tersebut terdiri dari dinding yang disebut dengan penyengker. Adapun di dalam penyengker tersebut terdapat ruangan yang bisa digunakan untuk beraktivitas bagi penghuninya. Selain penyengker mereka juga menggunakan patung sebagai aling-alang (pembatas).

Pura Keluarga Rumah Adat Bali

Pura Keluarga pada rumah adat Bali sebagai tempat beribadah dan melaksanakan acara spiratual dan ritual
moondoggiesmusic.com

Ternyata dalam rumah adat Bali ada beberapa jenis pura, tetapi bentuk seperti pura pada umunya, cuman yang membedakan adalah fungsinya.

Adapun fungsi dari pura keluarga ini sebagai tempat beribadah dan berdoa. Setiap rumah di Bali pasti ada bangunan ini yang diletakkan di sudut timur laut dari rumah yang dihuni.

Pura Kelurga disebut juga dengan bangunan Pamerajan atau Sanggah.

Nama-Nama Rumah Adat Bali

1. Rumah Adat Bali ⇒ Bale Manten

Rumah Adat Bali yaitu bale manten digunakan oleh keluarga atau anak gadis, dan bahkan bisa juga untuk menyimpan barang.
Elizato.com

Sesuai dengan namanya rumah adat ini memang mengarahkan kalau tempat ini adalah tempat tinggal para pengantin baru. Ternyata salah rumah bale manten ini ternyata adalah sebuah ruangan.

Ruangan tersebut berupa kamar yang biasa digunakan oleh keluarga atau anak gadis, dan bahkan bisa juga untuk menyimpan barang. Selain itu tak jarang juga rumah bale manten sebagai ruangan untuk pasangan pengantin yang baru menikah.

2. Rumah Adat Bali ⇒ Bale Gede atau Bale Adat

Rumah adat Bali yaitu Rumah adat Bale gede sebagai tempat berkumpul santai para anggota keluarga
Thegolbarsla.com

Rumah bale gede atau adat diambil dari kata balai yang diartikan sebagai tempat untuk berkumpul. Sesuai dengan namanya yaitu balai yang pada umunya digunakan sebagai tempat berkumpulnya keluarga besar atau sekedar pertemuan-pertemuan adat atau kepala suku.

3. Rumah Adat Bali ⇒ Bale Dauh

Rumah adat Bali yaitu rumah adat bale dauh
Balubu.com

Jika bale manten tadi untuk anak gadis, rumah adat bale dauh ini digunakan untuk anak lelaki, lelaki tersebut yang menghuni rumah adat tersebut. Selain itu biasannya bale dauh juga sebagai tempat kerja atau acara pertemuan-pertemuan rekan kerja.

Nah, jika dalam satu keluarga mempunyai putra laki-laki bale dauh inilah ruangannya untuk tidur dan beraktivitas sehari-hari.

4. Rumah Adat Bali ⇒ Bale Sekapet

Rumah adat bali yaitu Bali Sekapet untuk tempat bersantai-santai bagi anggota keluarga.
wiradanaukirsumitagianyar.blogspot.com

Bale sekapet lebih bisa disebut dengan gazebo yang memiliki 4 tiang, jika dalam rumah adat Jawa sepaket bisa dikatakan pendopo. Memiliki fungsi yang sama dengan sejenis rumah ini yaitu untuk tempat bersantai-santai bagi anggota keluarga.

Karena adanay bale sekapet ini, keluaga Bali akan merasakan keakraban dan terjalin hubungan yang harmonis.

5. Rumah Adat Bali ⇒ Jineng atau Klumpu

Rumah adat Bali Jineng atau Klumpu adalah menyimpan gabah yang sudah dijemur kering.
nimadesriandani.wordpress.com

Jika dilihat sekilas rumah adat bali yang satu ini seperti rumah adat Papua yang namanya hanoi, namun bedanya rumah ini di bangun dengan bergaya panggung.

Ciri khas dan keunikan dari rumah jineng atau klumpu posisinya yang dibangun lebih tinggi serta atapnya yang terbuat dari jerami kering.

Meskipun unik dengan model desain rumahnya yang berbeda dengan rumah adat Bali yang lainnya. Kini sudah jarang ditemukan apalagi yang asli dengan bahan material tradisional.

Kini kalian hanya bisa menjumpai dengan bangunan jineng yang modern bermaterial berupa pasir, batu bata, semen, dan sebagainya. Atapnya pun menggunakan genting yang digunakan pada umumnya.

Fungsi dari rumah adat Bali satu kali hanya sebagai untuk menyimpan gabah yang sudah dijemur kering. Hal tersebut digunakan supaya gabah atau padi terhindar dari serangan burung atau jamur yang penyimpanannya di bawah yang rawan dengan kelembapan. Sedangkan bagian bawah jineng sebagai tempat menyimpan padi yang belum dijemur atau masih basah.

6. Rumah Adat Bali ⇒ Paweragan

Paweragan ialah istilah lain dari dapur pada rumah adat Bali. Rumah ini berukuran sedang dengan peletakannya di sebelah barat laut atau selatan dari rumah utama.

Paweragan tersebut terdiri dari dua bagian yaitu bagian pertama untuk menyimpan alat-alat dapur, alat dapur mereka juga tidak begitu banyak sebab memasaknya masih menggunkan cara tradisional yaitu menggunakan kayu bakar.

7. Rumah Adat Bali ⇒ Lumbung

Sesuai dengan namanya yaitu lumbung, rumah adat ini digunakan oleh masyarakat Bali sebagai tempat untuk menyimpan makanan pokok seperti jagung, padi, gandum, dan sebagainya.


Nah itu dia sahabat penjelasan lengkap dari rumah Adat Bali yang ternyata banyak sekali mengandung nilai-nilai spiratual dan ritual yang sangat kental. Selain itu banyak juga bangunan yang masih dipengaruhi oleh kebudayaan hindu dan Budha. Cukup sekian artikel dalam pembahasan rumah adat Bali, Semoga setelah membaca artikel ini manambah wawasan kita dalam mengenal Indonesia dan tentunya bisa menambah kecintaan kita untuk Negara Indonesia ini.

Nurul potret

Si Penulis adalah seorang perempuan yang suka travelling dan ingin mengililingi indahnya keragaman kebudayaan dan kesenian di Indonesia

Yakin nggak mau komen nih

Close Menu