Mendongkrak Rumah Adat Kalimantan Lengkap | Bentuk Bangunan, Ciri Khas, dan Nilai Filosofi

Mendongkrak Rumah Adat Kalimantan Lengkap | Bentuk Bangunan, Ciri Khas, dan Nilai Filosofi

Rumah adat Indonesia memang memiliki berbagai macam bentuk yang unik, ragam hias ukiran dan tatahan yang indah, serta filosofi-filosifi di setiap bangunannya.

Maka di kesempatan kali ini saya ingin membahas rumah adat Indonesia yang sangat menarik untuk saya bahas dan kalian baca. Semoga kalian tidak bosen melihat artikel-artikel ku ini.

Kalimantan adalah daerah yang akan kita bahas mengenai rumah adatnya. Kalimantan sendiri terbagi menjadi 5 Provinsi yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan. Dari 5 daerah memiliki rumah adat Kalimantan yang berbeda-beda dengan ciri khas masing-masing. Adapun Provinsi Kalimantan Utara adalah provinsi yang baru saja diresmikan oleh pemerintah pada tahun 2012.

Rumah adat Kalimantan bisa kalian jumpai setiap daerah di Kalimantan, masih terjaga keaslian dan keunikannya. Sebab masyarakat Kalimantan menganggap bahwa rumah adat Kalimantan adalah bagian dari kultur Kebudayaan dari nenek moyang yang harus dipertahankan dan dilestarikan.

Seperti apa sih keanekaragaman rumah adat Kalimantan tersebut? Ini dia penjelasan selengkapnya untuk kalian :

Rumah Adat Kalimantan Timur ⇒ Rumah Adat Lamin

Rumah adat Kalimantan Timur adalah rumah adat lamin yang menjadi simbol/identitas dari Suku Dayak kenyak.
Kompasiana.com

Kalimantan Timur adalah daerah yang terkenal dengan sukunya yaitu Suku Dayak Kenyak yang memiliki rumah adat yang bernama rumah lamin yang menjadi simbol/identitas dari Suku Dayak kenyak. Kemudian rumah tersebut diresmikan tahun 1967 menjadi rumah adat dari Kalimantan Timur.


Bentuk Bangunan Rumah Lamin

Rumah adat Kalimantan yang satu ini bisa dibilang unik karena terjadi percampuran budaya antara budaya Batak, Kutai, dan Banjar. Rumah lamin juga dikenal dengan rumah yang panjang dan bertingkat dengan pola yang sambung-menyambung.

Ukuran dari rumah adat Kalimantan yaitu lamin terdiri dari panjang 300 meter, lebar 15 meter, dan tinggi hingga 3 meter yang semuanya terbuat dari kayu ulin. Kayu Ulin ini jika terkena air akan semakin lebih kuat seperti besi. Untuk mengantar tamu ke lantai rumah, rumah lamin dilengkapi dengan tangga yang tersusun rapi.

Uniknya lagi rumah lamin ini karena memiliki bangunan yang besar dapat menampung penghuni hingga 30 keluarga sekaligus dalam 1 rumah, Waow. Sungguh menakjubkan kan?. Sebab besarnya orang yang menamupung,Rumah adat Kalimantan Timur juga di tambahkan beberapa tiang untuk menyangga yang terdiri tiang penyangga lantai rumah dan penyangga atap rumah.


Ciri Khas dari Rumah Lamin

Selain luas bangunannya yang besar dan menjadi keunikan sendiri dari Rumah adat Kalimanta Timur. Kini ada juga nih ciri khas lainnya yakni ukiran khas suku Dayak Kalimantan yang memiliki makna penting bagi masyarakat Kalimantan.

Gambar atau corak yang biasanya diukir adalah motif makhluk hidup seperti wajah manusia, tumbuhan, hewan, dan lain-lain. Mereka mempercayai bahwa tersebut dapat menjaga keluarga yang menempati dari bahaya ilmu hitam yang sewaktu-waktu bisa menyerang.

Untuk warnaya Jika kalian menjumpai rumah tersebut sekilas memang memiliki dominan warna kuning, merah, putih dan hitam. Jangan salah ternyata pemilihan warna tersebut ada makna tersendiri loh. Tidak hanya memilih warna ala kadarnya. Merah adalah simbol keberanian, kuning adalah simbol kewibawaan, putih adalah simbol kebersihan jiwa, dan hitam adalah simbol keteduhan.

Rumah adat Kalimantan Timur ini juga dihiasi oleh aksesoris-aksesoris semacam kerajinan yang terbuat dari kayu. Aksesoris lainnya bisa seperti patung dewa, guci emas, senjata tradisional, kerajinan terbuat dari logam dan lain-lain. Mereka juga menganggap bahwa benda tersebut dapat menjaga rumahnya dari malapetaka.

Rumah Adat Kalimantan Barat ⇒ Rumah Adat Panjang

Rumah Adat Kalimantan Barat - Rumah Adat Panjang memiliki luas bangunannya yang besar dan menjadi keunikan sendiri dari Rumah adat Kalimanta Timur.
Romadecade.com

Berlanjut ke rumah adat kalimantan berikutnya yaitu rumah adat Kalimantan Barat. Kalimantan Barat adalah salah satu provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Penduduknya di dominasi oleh orang Suku Dayak, kalian pastinya tau tuh? Suku dayak, suku yang terkenal di Kalimantan. Suku Dayak sendiri diartikan sebagai “manusia” atau pedalaman. Namun ada juga yang mengartikan bahwa Suku Dayak adalah “Hulu Sungai”. Selain itu, Suku Dayak terbagi lagi menjadi rumpun klemantan (kalimantan), rumpun iban, rumpun apokayan, rumpun murut, rumpun ot danum ngaju dan rumpun punan.


Bentuk Bangunan Rumah Panjang

Penduduk Kalimantan Barat kebanyakan bermata pencaharian Petani, yang menjadikan mereka kerap membangun sebuah rumah sementara atau tetap di dekat ladang sawah yang disebut dengan rumah panjang.

Rumah panjang ini memiliki gaya rumah panggung dimana ukuran tingginya berkisaran 5-8 meter dari permukaan tanah. Sesuai dengan namanya juga, rumah panjang memilki bentuk yang memanjang kurang lebih 180 meter dan lebar 30 meter.

Supaya bisa masuk kedalam rumah panjang diperlukan “hejot” yaitu tangga. Tangga-tannga ini harus berjumlah ganjil dan disesuikan dengan luas rumah. Kayu ulin inilah yang terkenal kokoh dan bertahan lama untuk pembuatan tangga di rumah adat kalimantan Barat.

Sedangkan lantai yang melapisi permukaan rumah adat Kalimantan Barat ini terbuat dari belahan bambu atau bisa juga dengan belahan kayu pinang yang kuat dan berbentuk bulat lurus. Kemudian dindingnya berbentuk sekat-sekat dari papan.


Struktur Bangunan Rumah Panjang

Ruangan dari rumah adat Kalimantan ini terbagi menjadi beberapa bagian untuk melakukan kegiatan keseharian mereka. Berikut ini adalah pembagiannya :

  • Ruang Tamu

Ruang tamu yang dipakai oleh rumah adat panjang biasanya disebut samik. Fungsi dari ruang inilah masyarakat Suku Dayak menerima atau menyambut tamu-tamu mereka. Sama dengan ruang tamu pada umumnya, ruangan ini berisi meja sebagai tempat menjamu hidangan, bentuk dari  meja ini bulat dan disebut dengan pene oleh masyarakat Suku Dayak.

  • Ruang Teras/Halaman

Mesikpun rumah panjang termasuk rumah adat tradisional Kalimantan Barat, tetapi rumah panjang memiliki halaman layaknya rumah modern. Teras ini berada di di depan rumah panjang. Fungsi dari teras/ halaman tersebut sebagai tempat pelaksanaan keagamaan atau upacara – upacara adat oleh semua anggota keluarga Suku Dayak.

  • Ruang Tidur

Jumlah kamar tidur dari rumah adat panjang ini menyesuiakan dengan jumlah keluarga yang menghuni rumah tersebut. Bisa menampung banyak anggota keluarga, dengan ruang tidur yang banyak pula. Namun aturan baku dari rumah adat Kalimantan Barat ini adalah bahwa kamar orang tua berada di pangkal aliran sungai dan sejajar dengan ujung yang ditempati oleh anak bungsu.

  • Ruang Keluarga

Ruangan ini adalah ruangan yang utama dalam rumah adat Kalimantan Barat, dan bisa klian bayangkan betapa luasnya ruang keluarga ini. Memiliki ukuran 180 meter x 30 meter itu sangatlah luas. Bentuk dari ruang keluarga ini persegi panjang posisinya di tengah-tengah bangunan rumah adat Kalimantan Barat.

  • Ruang Belakang

Nah, kalau ruanga belakang pada rumah panjang ini bebas desai interiornya sesuia dengan tuan rumah, namun hal ini tidak berlaku untuk penghuni rumah adat Kalimantan Barat. Seperti rumah lainnya ruang belakang ini difungsikan untuk dapur yang posisinya menghadap dengan dungai dan tempat penyimpanan hasil panen.


Nilai Filosofi dari Rumah Panjang

Bangunan rumah adat panjang berasal dari Kalimantan Barat yang konon katanya tidak hanya  mengandung nilai fungsional namun juga sebagai pembelajaran nilai-nilai luhur yang patutu kita teladani sebagai pedoman sikap di jaman modern ini.

Mulai dari bangunan luas yang dapat dihuni oleh beberapa keluarga dan pastinya penghasilannya tidak sama, mereka saling tolong menolong untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kemudian terciptalah kehidupan Suku Dayak yang harmonis dan menjunjung nilai persatuan, rasa saling berbagi, kerukunan, gotong royong, dan tolerandi yang mendalam.

Penentuan muka rumah yang tidak sembarangan juga mempunyai arti tersendiri bagi masyarakat Dayak. Dimana muka rumah yang sesuai dengan arah matahari terbit dan belakang rumah yang mengikuti arah matahari terbenam. Mengajarkan sebuah arti kita harus bekerja keras sepanjang hari sampai akhir waktu kita dan tidak hanya berpangku malas-malasan. Dari itu semua sudah membuktikan betapa pekerja kerasnya masyarakat Suku Dayak.

Humb banyak sekali kan pelajaran yang dapat kita ambil dari rumah adat Kalimantan Barat yaitu rumah panjang. Sebab itulah banyak yang mempertahankan rumah panjang ini untuk dijaga dan dilestarikan. Keberadaan dari rumah adat Kalimantan Barat ini sangatlah banyak kalian dapat menjumpainya di daerah Kalimantan Barat sekitarnya.

Rumah Adat Kalimantan Tengah ⇒ Rumah Bentang

Rumah Adat Kalimantan Tengah - Rumah Bentang
detinkNews.com

Berdasarkan peta Indonesia Kalimantan tengah adalah daerah yang berdekatan dengan Kalimantan Barat. Meskipun berdekatan bukan berarti rumah adat dari keduanya sama. Mereka masih berbeda walaupun ada sedikit persamaan dari arsitektur bangunannya.


Bentuk Bangunan Rumah Bentang

Jika rumah adat Kalimantan barat adalah rumah panjang, rumah adat Kalimantan Tengah dinamai ruman bentang. Adapun yang membedakan rumah panjang dengan rumah bentang yaitu besar dan luasnya dari masing-masing rumah.

Rumah bentang sendiri bisa dihuni oleh 100 hingga 150 jiwa prang yang merupakan satu keluarga besar dengan dipimpin oleh seorang kepala keluarga sekaligus ketua adat. Ukuran yang dimiliki rumah bentang mencapai panjang 150 meter, lebar 30 meter, dan tinggi 3 meter. Rumah bentang juga terbuat dari bahan alam, material utamanya adalah kayu ulin


Struktur Bangunan Rumah Bentang

Karena rumah ini memiliki luas yang begitu wow, jadi ruangan dari rumah tersebut terbagi menjadi beberapa ruangan, antara lain :

  • Ruang Pusat atau poros sebagai tempat berkumpulnya kegiatan adat, keagamaan, atau sosial kemasyarakatan.
  • Ruang Tidur ini memiliki jumlah yang banyak sebab penguninya juga banyak. Jadi ruang tidurnya dibuat berjajar, ada yang khusus digunakan untuk pasangan suami istri, ada yang digunakan untuk anak perempuan, dan ada yang digunakan untuk anak laki-laki.
  • Ruang Dapur dihadapkan dengan aliran sungai , bagi mereka letak tersebut dapat membuat penghuni rumah lancar rejekinya.
  • Ruang Pante adalah ruangan yang dipakai sebagai menjemur pakaian atau padi. Ruangan ini memiliki lantai yang terbuat dari bambu, batang pinang, atau kayu bulatan seukuran pergelangan tangan.
  • Ruang Serambi adalah ruang bersantai untuk anggota keluarga di sore hari, letak ruang ini bersebalahan dengan ruang pente. Jika ketika ada acara adat, serambi wajib dihias dengan batang bambu yang kulitnya diarit tipis di setiap ruasnya.
  • Ruang Sami ruangan ini sebagai tempat menerima tamu atau bisa juga sebagai tempat menyelenggarakan kegiatan adat.
  • Ruang Jungkar ruangan ini bisa diadakan maupun tidak sebab ini hanyalah ruang tambahan yang letaknya berada di bagian belakang bilik keluarga.

Selain sebagai tempat tinggal bagi masyarakat Kalimantan Tengah, rumah adat bentang juga difungsikan sebagai pusat kehidupan rakyat dan tempat suatu organisasi kemasyarakatan setempat.

Sama dengan rumah adat Kalimantan yang lainnya rumah ini juga memiliki nilai pelajaran yang berharga, dimana sebuah keharmonisan, hidup guyup rukun, bahkan hubungan manusia dengan alam dan sesama diajarkan di dalam rumah adat Kalimantan.

 

Rumah Adat Kalimantan Selatan ⇒ Rumah Bubungan

Rumah Bubungan Tinggi, Rumah Adat Kalimantan Selatan
Kamerabudaya.com

Rumah adat Kalimantan Selatan menjadi warisan luluhur bagi masyarakat Kalimantan Selatan tepatnya oleh Suku Banjar. Orang Banjar biasanya menyebut ruma tinggalnya dengan rumah bubungan. Kemudian rumah bubungan ini diresmikan menjadi rumah adat tradisional Kalimantan Selatan dan telah menjadi Ikon dari Provinsi Kalimantan Selatan dengan Ibu Kota Banjarmasin.


Bentuk Bangunan Rumah Bubungan

Pada dasarnya  rumah ini terbuat dari kayu sama dengan rumah adat lainnya dengan atap yang membumbung tinggi tanpa plafon, nah tingginya atap inilah yang menjadi ciri khas rumah bumbungan. Ternyata rumah bumbungan ini namanya diambil dari bentuk atapnya bubungan tinggi. Namun kerap sekali masyarakat Suku Banjar menyebut atap rumah dengan atap sidang langit.


Ciri Khas dari Rumah Bumbungan

Rumah adat Kalimantan Selatan ini juga terbagi lagi menjadi beberapa rumah adat yang menjadi ciri khasnya. Pembagian tersebut berdasarkan kasta dan status sosial pemiliki dan penghuni rumah itu sendiri.

Berikut pembagian rumah adat Kalimantan Selatan

  • Rumah Bumbungan Tinggi, berfungsi untuk bangunan di dalam sultan (keraton) yang diberi nama dalam sirap, yang dimana rumah ini yang paling tinggi kastanya.
  • Rumah Palimasan/Rumah Gajah, sebagai tempat penyimpanan harta kekayaan kesultanan berupa emas dan perak.
  • Rumah Balai Bini, sebagai tempat tinggal para inang atau pengasuh.
  • Rumah Gajah Manyusu, sebagai tempat tinggal keluarga terdekat bagi seorang sultan yatu gusti-gusti dan anang.
  • Rumah Balai Laki, sebagai tempat tinggal para menteri kesultanan.

Nilai Filosofi dari Rumah Bubungan

Pada  awalnya rumah bubungan tinggi dibangun sebagai pusat keraton istana. Dengan seiringnya berkembangan waktu rumah bubungan banyak dibangun oleh masyarakat banjar yang bukan dari kalangan keraton.

Menurut sejarah rumah bumbungan sudah ada keberadaanya sejak abad ke-16, saat itu Pangeran Samudera yang menguasai daerah Banjar yang mulanya memeluk agama Hindu. Kemudian Islam masuk ke darah Banjar dan sedikit-sedikit mempengaruhi budaya masyarakat sertab bangunan rumah tradisional pada saat itu juga.  Pengaruh Agama Islam menjadikan Pangeran Samudera kemudian mengganti namanya menjadi Sultan Suriansyah dan bergelar Panembahan Batu Habang.

Sama halnya dengan bangunan terpengaruhi dari awalnya nstruksi berbentuk segi empat yang memanjang ke depan. Kemudian dikembangkan dengan menambahan bangunan di sisi kiri dan kanan bangunan utama. Dalam istilah bahasa Banjar penambahan ini disebut “disumbi”.
Bangunan tambahan di kiri dan kanan itulah yang kemudian disebut dengan anjung.

 

Rumah Adat Kalimantan Utara ⇒ Rumah Baloy

Rumah Baloy,rumah adat Kalimantan Utara
wikipedia.com

Terakhir dari rumah adat Kalimantan yaitu rumah adat baloy yang berasal dari Kalimantan Selatan. Rumah tersebut memliki bentuk arsitektur yang berbeda dari kebanyakan rumah adat lainnya, namun kalian bisa menjumpai rumah yang hampir dengan Provinsi Kalimantan Utara.

Rumah adagt baloy ini menjadi hasil karya para leluhur dari Suku Tidung. Bangunan struktur daru rumah adat Kalimantan ini lebih modern dibandingkan yang lain. Sama dibangun dengan kayu ulin juga, dengan penyangga tiangnya yang kokoh.


Itulah Keragaman Rumah Adat Kalimantan yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri mulai dari bentuk bangunannya yang besar, yang bisa menampung beberapa penghuni, corak dan motif yang menyatukan penghuni rumah dengan alam, dan masih banyak lagi.Semoga setelah membaca artikel ini manambah wawasan kita dalam mengenal Indonesia dan tentunya bisa menambah kecintaan kita untuk Negara Indonesia.

 

 

Nurul potret

Si Penulis adalah seorang perempuan yang suka travelling dan ingin mengililingi indahnya keragaman kebudayaan dan kesenian di Indonesia

Yakin nggak mau komen nih

Close Menu