Yuk Ketahui! 4 Rumah Adat Papua Filosofi, Fungsi, dan Bentuk Bangunannya [Lengkap]
satujam.com

Yuk Ketahui! 4 Rumah Adat Papua Filosofi, Fungsi, dan Bentuk Bangunannya [Lengkap]

Rumah adat papua – Rumah adat adalah salah satu bentuk keragaman dari kebudayaan di Indonesia selain tarian, jenis alat musik, tarian, dan masih banyak sekali keragamannya. Rumah yang berada di Indonesia, disetiap daerah pasti berbeda-beda disebabkan banyak sekali faktor.

Contoh di daerah Sulawesi bentuk atapnya seperti perahu, sebab kebanyakan didaerah tersebut mata pencahariannya nelayan. Salah satu contoh lagi di daerah Jawa yang terkenal dengan rumah joglonya, bentuk tersebut terinspirasi dari bentuk gunung yang banyak di Jawa.

Rumah-rumah tersebut juga mempunyai filosofi di setiap bentuk dan ruangannya, selain itu juga banyak yang mempercantik bangunan dengan ukiran yang khas. Tak heran jika banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang mengunjungi Indonesia.

Rumah Adat Papua

Rumah adat Papua, rumah adat irian jaya, rumah adat irian barat
pegipegi.com

Rumah adat papua – Papua merupakan salah satu pulau di Indonesia yang terletak di bagian timur. Sebelumnya sih memiliki nama Irian Barat di tahun 1969 hingga 1973, namun sekarang namanya berganti menjadi Irian Jaya tidak bertahan lama hingga 2002 diubah lagi menjadi Papua dengan keluarnya UU No.21/2001 Otonomi khusus Papua. Papua ini juga memiliki wilayah paling luas dibandingkan dengan provinsi lainnya. Dengan luas yang mencapai 410.480.000 ha dengan lautan yang membentang sepanjang 228.000 km2. Bisa dikatakan luasnya kurang lebih 21% dari keseluruhan wilayah indonesia.

Jadi tidak heran jika banyak suku seperti Agats, Asmar, Mandacan, Ayamaru dan beberapa suku lainnya yang memiliki etnik budaya bervariasi. Sebab masyarakat Papua masih banyak yang menjujung tinggi nilai adat istiadat. Meraka beranggapan bahwa adat istidat tersebut harus dipertahankan dan dilestarikan.

Nah, rumah adat ini adalah adat istiadat yang masih dipertahankan oleh masyarakat disana. Apa saja sih rumah adat Papua? Ini dia penjelasan selengkapnya.

1. Rumah Adat Papua Honai

Rumah adat honai adalah rumah adat khas papua atau irian barat yang sudah menjadi kebudayaan yang perlu dilestarikan
ummayustika.blogspot.com

Rumah adat papua – Rumah adat Papua yang pertama yakni Honai. Honai merupakan salah satu rumah adat yang dimiliki oleh Suku Dani tepatnya di Lembah dan pegunungan Provinsi Papua. Honai sendiri berasal dari kata “hun” yang artinya laki-laki dan “ai” yang berarti rumah, sesuai dengan artinya memang rumah adat ini banyak yang menghuni kaum laki-laki.


⇒ Bentuk Bangunan Rumah Hanoi

Rumah adat papua – Bentuk bangunan yang dimiliki rumah hanoi ini terbuat dari kayu, sedangkan atap yang berbentuk kerucur terbuat dari jemari. Rumah hanoi bisa dikataang sempit dan tanpa adanya jendela, sebab untuk menahan dinginnya pegunungan di Papua.

Dan merekan menyediakan tempat di bagian tengah rumah yang berbentuk lingkaran sebagai tempat penghangat badan dengan dinyalakan api di lingkaran tersebut.

Ukuran tinggi bangunan sekitar 2,5 meter dan lebar 2,5 meter juga. Tinggi yang demikian bisa dikatakan rumah tersebut cukup rendah. Ternyata hal tersebut berfungsi agar udara dingin dari luar tidak terlalu banyak yang masuk ke rumah.

Teringat bahwa bangunan rumah ini berada di tengah papua yang dikelilingi lembah dan pegunungan. Dengan suhu udara yang sangat dingin terutama di sekitar puncak Jayawijaya ketinggiannya mencapai 2.500 meter diatas permukaan laut.

Selain ketinggian rumah, ada hal yang lain yang bisa mengurangi dinginnya suhu yaitu rumah dengan satu pintu dan tanpa jendela, unik kan. Oh iya, fungsi dari itu juga bisa melindungi diri dari hewan liar.

Untuk bagian atapnya berbentuk kerucut ini fungsinya untuk melindungi dari permukaan dinding dari air hujan serta membatasi udara dingin yang masuk ke dalam rumah.


⇒ Ruangan Rumah Honai

Rumah adat papua – Ruangan untuk rumah honai ini juga terbilang sederhana yaitu terdiri dari 2 lantai. Lantai pertama untuk tempat tidur, sedangkan lantai kedua sebagai ruang beristirahat, makan, dan sebagai tempat berkumpul keluarga.

Ruang tidurnya pun tidak seperti sekarang yang memakai kasur, masyarakat disana masih menggunakan rerumputan kering sebagai alas tidur. Sebagai penerangan dari rumah ini mereka juga menggunakan kobaran api saja yang diletakkan di tengah rumah. Selain penerangan mereka memanfatkannya unutuk penghangat badan juga.


⇒ Jenis Rumah Hanoi

  • Rumah Hanoi : Rumah adat papua sebagai tempat tinggal laki-laki.
  • Rumah Ebeai : Rumah adat papua sebagai tempat tinggal perempuan.
  • Rumah Wanai : Rumah adat papua untuk peternakan hewan.

⇒ Fungsi Rumah Hanoi

Rumah adat papua – Fungsi dari rumah hanoi ialah sebagai tempat tinggal, seperti rumah tinggal pada umumnya. Akan tetapi masih ada fungsi yang lain, seperti yang dibawah ini :

  • Untuk menyimpan alat-alat peperangan dan berburu hewan.
  • Sebab rumah hanoi yang sederhana, rumah ini mengajarkan untuk anak laki-laki supaya mereka menjadi pria yang kuat, serta bermanfaat untuk sukunya nantinya.
  • Sebagai tempat untuk mengatur strategi perang.
  • Sebagai tempat untuk menyimpan benda-benda simbol dari adat suku yang menjadi warisan nenek moyang
  • Sebagai tempat berlindung dari suhu dingin dan hewan liar.

⇒Makna dan Filosofi Rumah Honai

Rumah adat papua – Rumah Honai adalah rumah adat dari suku Dani yang masih dilestarikan hingga sekarang, jadi makna dan filosofi dari rumah adat tersebut masih sangatlah kental dan melekat.

Pastinya banyak sekali filosofi-filosofi dari rumah ini yang diturunkan disetiap generasinya, seperti bentuk lingkaran pada bagian tengah rumahnya.

Bentuk lingkaran tersebut memiliki makna, seperti berikut :

  • Menjadi simbol kesatuan dan persatuan sesama suku.
  • Merupakan bentuk sikap untuk mempertahankandan merwat kebudayaan yang telah diwariskan oleh para leluhurnya.
  • Menjadi simbol kekompakan dengan hidup satu atap.
  • Rumah hanoi juga menjadi simbol  kepribadian, martabat, serta harga diri dari suku papua yang harus dilestarikan dan dijaga.

⇒Aturan Dalam Rumah Honai

Ternyata dalam membangun rumah honai tidak sembarangan loh. Ada aturan-aturanyang harus kita ketahui. Ini dia aturannya Rumah honai hanya boleh dibangun oleh laki-laki saja, supaya terhindar dari cuaca atau ancaman bencana alam disaat membangun rumah tersebut.

Selain itu aturan lain yang diterapkan yaitu penempatan pintu rumah. Penempatan pintu rumah ini harus bertemu dengan arah matahari terbit atau tenggelam. Fungsi dari penempatan tersebut supaya penghuni rumah honai bisa lebih siaga ika ada kebakaran atau serangan musuh datang.


2. Rumah Adat Papua Kariwari

Rumah Adat Kariwari adalah satu rumah adat tradisional khas papua
saferkidsandhomes.com

Rumah adat papua – Rumah adat kariwari merupakan rumah adat yang dihuni oleh suku Tobati-enggros yang berada di sekitar tepian Danau Sentani di Kabupaten Jayapura, Papua. Uniknya, rumah ini dihususkan untuk anak laki-laki yang sudah berumur 12 tahun.

Maksud dari pengkhususan tersebut ternyata mereka yang tinggal dirumah tersebut akan dididk untuk lebih mengenal belajar mencari kehidupan, supaya mereka kelak ketika dewasa nanti menjadi pribadi yang kuat, terampil, dan pintar.

Pembelajaran disana seperti cara belajar memahat, membuat perisai, perahu, belajar bercocok tanam, dan diajarkan pula teknik dalam berperang.

Bentuk bangunan dari rumah kriwari seperti limas segi delapan dengan atap berbentuk kerucut. Dengan tinggi sekitar 20 sampai 30 meter. Sedangkan untuk diamater lingkaran bangunan mencapai 8 sampai 12 meter Bangunan ini sangat kokoh dan kuat untuk menahan angin yang cukup kencang dari mana saja arahnya.

Selain itu bentuk dari kerucut ini memiliki filososfi yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat untuk mendekatkan diri dengan roh para leluhurnya.

Bahan yang digunakan untuk membangun rumah tersebut dari bambu yang dibelah sebagai dindingnya, kulit kayu yang tersusun rapi untuk bagian lantai, serta atapnya terbuat dari daun sagu.

Jenis kayunya adalah kayu besi, untuk batangnya yang utuh berfungsi untuk menjaga keseimbangan bangunan dan menahan atap bangunan agar tidak terlepas. Terdapat pula ruangan dibawah batang kayu yang berfungsi untuk menyimpan hasil kerajinan dan alat perang.

Oh iya untuk bagian ruangan dari rumah adat kariwari ini terbagi menjadi 3 ruangan. Ruangan bawah sebagai media pembelajaran, ruang tengah untuk tempat tidur dan sebagai pertemuan para ketua suku. Sedangkan ruang yang paling atas sebagai tempat meditasi atau beribadah agar menambah semangat daya juang, emosi, dan berdoa.

3. Rumah Adat Papua Rumsram

Rumah Adat Papua Rumsram - rumah tradisional dari suku biak numfor
arsitektour.wordpress.com

Rumah adat papua – Rumah adat papua berikutnya berasal dari suku biar numfor yang berada di daerah pantai utara Papua. Seperti rumah adat pupua yang lainnya yang mengkhususkan rumah ini untuk laki-laki. Apalagi masuk rumah adat rumsram, mendekat saja dilarang para wanita ini.

Akan tetapi memiliki kesamaan yang sama dengan rumah adat kariwari yaitu sebagai tempat belajar dan pengembangan laki-laki untuk mencari bakatnya. Mereka akan diajari beberapa keahlian seperti memahat, membuat perisai, perahu, dan berbagai hal yang kelak bisa bermanfaat.

Keunikan yang dimiliki rumah adat ini yaitu memiliki bentuk seperti perahu yang sednag terbalik. Seperti yang sudah saya bahas di awal pembicaraan hal ini juga dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat yang menggunakan perahu untukmencari ikan di laut.

Bahan untuk bangunan itu terbuat dari sumber daya alam, seperti kulit pada kayu, bambu air, daun sagu. Seperti rumah kawirari emang, rumah ini juga memiliki dinding terbuat dari bambu, lantainya punu dari kulit kayu juga, sekaligus atap yang tersusun rapi oleh daun sagu. Terdapat 2 pintu yaitu di depan dan belakang serta ada beberapa jendela.

Memiliki ketinggian mencapai 8 meter dengan 2 ruang didalamnya. Ruangan pertama tidak terdapat dinding dan hanya ada kolom bangunan yang kelihatan.


Itulah ragam rumah adat tradisional Papuan yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri yang masih kental dengan nilai adat istiadat yang masih dipetahankan samapai sekarang ini. Semoga setelah membaca artikel ini manambah wawasan kita dalam mengenal Indonesia dan tentunya bisa menambah kecintaan kita untuk Negara Indonesia ini.

Nurul potret

Si Penulis adalah seorang perempuan yang suka travelling dan ingin mengililingi indahnya keragaman kebudayaan dan kesenian di Indonesia

Yakin nggak mau komen nih

Close Menu