√8 Rumah Adat Riau yang Penuh Dengan Nilai Religi Agama Islam, yuk Kita Lestarikan!
www.tradisikita.my.id

√8 Rumah Adat Riau yang Penuh Dengan Nilai Religi Agama Islam, yuk Kita Lestarikan!

Hallo Sahabat hownesia… kembali lagi dengan artikel yang mengungkap sebuah fakta-fakta tentang Indonesia.

Perkembangan Rumah Adat Riau

Rumah adat Riau yang unik denga nilai religinya
DocPlayer.info

Artikel kali ini hownesia akan membahas rumah adat yang ada di Riau. Rumah adat Riau bisa disebut rumah adat Melayu, kenapa bisa dikatakan seperti itu? Karena Riau dan Melayu merupakan dua kata yang tidak bisa dipisahkan, karena masyarakat Riau merupakan masyarakan Melayu juga.

Filosofi dari rumah adat Riau itu sendiri kental sekali dengan Keagamaan. Seperti halnya anak tangga yang berjumlah lima ternyata mempunyai arti rukun islam yang jumlahnya lima.

Kamu tau tidak ternyata?

Desain Arsitek untuk rumah adat Riau ternyata memiliki konsep seni dengan nilai religi dan hal tersebut sudah menjadi syarat mutlak.

Selain itu, corak atau ornamen pada dinding yang bersumber dari alam seperti hewan, tumbuhan, dan benda-benda angkasa.

Untuk ornamen tumbuhan ataupun bunga diambil dari bentuk asalnya, sedangkan yang berbentuk hewan/binatang tidak mengambil bentuk aslinya yang sudah mengalami modifikasi.

Modifikasi tersebut untuk menghindari kemsyurikan, dan dikhawatirkan corak hewan yang diambil mengandung sifat tertentu yang berhubungan dengan kepercayaan atau mitos.

Mengapa Konsep nilai religi diterapkan pada rumah adat Riau?

Konsep tersebut di terapkan, karena masyarakat Riau atau disebut orang Melayu mayoritas beragama Islam.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai rumah adat riau pada umumnya, Yuk kita pelajari rumah adat yang ada di Riau selanjutnya! Ini dia!

Bentuk Bangunan Rumah Adat Riau

Rumah Adat tradisional riau selaso jatuh kembar
riauberbagi.blogspot.com

1. Beratap Silang

Rumah adat Riau pada umunya memiliki dua silangan pada ujung atap dan kaki atap. Kedua bagian tersebut melengkung ke atas, namun lengkungan ujung atap ini harus lebih kuat dengan atap kaki. Hiasan pada ujung kaki ini dinamai sulo bayung dan atap kaki sayok layanagan.

Dua silangan tersebut mempunyai makna antara manusia dan penciptanya.

Manusia yang mempunyai banyak cobaan yang kadang menghanyutkan dan dapat membawa manusia kedalam kehidupan yang lebih kelam.


2. Bentuk Atap Rumah Adat Riau

Bentuk atap pada rumah adat Riau ini iau mada yang berbentuk pelana kuda, perahu, dan lain sebagainya. Untuk Materialnya rumah adat Riau menggunakan daun rumbia yang diikatkan dengan tali atau rotan pada tulang atapnya.

Sedangkan ujung atap yang berat di pasak pada atap dengan menggunakan nibung. Material ini sering digunakan pada masyarakat riau yang bertujuan agar terhindar dari sengatan matahari.

Bentuk atap ini menyerutkan agar pemiliknya tidak lupa ibadah dimana nanti akhir hidupnya bisa kembali dengan keadaan suci.


3. Loteng

Loteng yang dimiliki rumah adat Riau ada dua yang disebut langsa yang terdapat bagian dapur. Tidak semua bagian rumah diberi lonteng, biasanya di ruang tamu di biarkan terbuka. Tujuannya agar tempat tersebut jika ada pernikahan sebagai tempat pelaminan.

Material yang digunakan untuk membuat lonteng ini adama alah papan kayu yang kuat dan kertas semacam merbau namun lebih tipis dibandingkan lantai.


4. Lumbang Air/Ventilasi

Lumbang air atau bisa disebut ventilasi ini berfungsi untuk keluar masuknya udara. Bentuk dari lubang air yaitu simetris atau persegi delapan, enam, maupun lingkaran.

Material yang digunakan untuk membuat lubang air ini adalah kayu sungkai yang biasanya juga digunkan untuk pintu dan jendela. Untuk letak lubang air biasanya pada bagian atas pintu dan jendela rumah.


5. Dinding yang Berbentuk Miring

Dindin yang miring ini memiliki kemiringarsebn 20′ hingga 30′ derajat, kemiringan tersebut memberikan aerodinamika pada rumah-rumah adat yang khususnya terletak di pinggir sungai atau laut yang anginya cukup kencang.

Pembuatan dinding ini dengan direkatkan jenang,  untuk merapatkan dinding yang cekung dan dimasukkan didalam bagian yang lurus hingga tidak tembus angin ataupun cahaya. Menggunakan kayu yang keras dan tidak berserabut dinding ini dibuat dua lapis pada bagian dalam dan luar.


6. Lantai yang Terbuat dari Kayu Nibung

Lantai rumah ini tersusun rapi dan rekat, sedangkan untuk bagian dapur dibuat agak jarang. Untuk kayu nibung digunakan pada bagian lantai yang diletakkan belakang atau pada kamar mandi yang sering terkena air. Lantai rumah adat memiliki ketinggian yang disesuiakan dengan ketinggian tiang dengan rasio 20 cm – 60 cm.


7. Bendul/Penguat Ujung Lantai

Bendul adalah batas lantai yang terbuat dari kayu yang tidak boleh bersambung karna fungsinya untuk penguat dan pengikat ujung-ujung lantai.


8. Pintu Rumah Adat

Pintu ini memiliki fungsi tersendiri yang dimana fungsinya sebagai jalan utama jika ada tamu di ruang pertama tidak perlu berlalu lalang didepan tamu. Untuk pintu pada rumah adat ini hanya boleh digunakan oleh yang punya rumah atau saudara terdekat.


9. Tangga yang Ganjil

Jumlah tangga pada rumah adat Riau tidak selalu ganjil, sebab disesuiakan dengan tinggi rendahnya rumah tersebut. Bentuk tangga yang biasanya persegi atau bulat dilengkapai dengan tangan tangga yang diberi ornamen atau papan tembus.

Tangga tersebut biasanya diletakkan disamping rumah untuk menghindari pandangan langsung menuju rumah, namun juga ada yang memasangnya didepan rumah.

Untuk materialnya sendiri terbuat dari kayu nibung atau kayu yang bisa tahan serangan panas. Sedangkan, pada permukaan/pondasi tangga diletakkan bayu atau kayu keras dengan bersanding seblah kanan tempat air untuk mencuci kaki bagi orang yang ingin masuk kedalam rumah.

Daftar Nama Rumah adat Riau 

1.Rumah Selaso Jatuh

Rumah adat Riau seloso jatuh merupakan rumah yang digunakan sebagai musywarah
www.cerita-dimulai.com

Rumah adat Riau yaitu rumah selaso jatuh kembar, bisa dikatakan bukan sebagai rumah tinggal tetapi digunakan untuk rapat dan musyawarah.

Jadi, rumah adat Riau ini memiliki sebutan lain seperti Balaorung sari, Balai pengobatan, balai kerpatan yang disesuaikan dengan kegunaannya.

Namun kini rumah adat selaso jatuh sudah tidak digunakan untuk acara musyawarah, masyarakat sekarang kerap melakukan musyawarah di rumah warga atau masjid setempat.

Ciri khas yang dimiliki pada rumah adat seloso jatuh ini yaitu :

  • Pada bagian selasar rumah dibangun lebih rendah dengan ruang tengah (dalam).
  • Di dalam rumah tidak ada ruangan atau kamar-kamar seperti rumah pada umumnya.
  • Hanya memiliki sekat yang memisahkan ruang tengah dan ruang telo. Ruang telo adalah ruangan untuk menyimpan makanan.

Motif yang dipakai untuk mempercantik dinding rumah terdiri dari :

  • Motif lebah bergantung dan ombak pada tangga.
  • Motif lambai-lambai terdapat pada atas pintu dan jendela.
  • Motif kisi-kisi atau semut beriring terdapat pada samping pintu dan jendela.
  • Motif ukiran tiang gantung terdapat pada tiang.
  • Motif kalok paku terdapat pada bidang yang memanjang atau melengkung .
  • Motif pucuk rebung terdapat pada ujung atas dan bawah tiang.
  • Motif sayap layangan terdapat pada cucuran atap.
  • Motif melur atau bunga cina/bunga manggis terdapat pada langit-langit rumah atau ventilasi.
  • Motif selembayung atau sulobuyung terdapat pada pucuk atap.

2.Rumah Selaso Jatuh Kembar

Rumah Adat Riau selaso jatuh kembar
riauberbagi.blogspot.com

Nama rumah adat Riau yang satu ini yakni rumah seloso jatuh kembar. Rumah ini sudah diresmikan sebagai rumah adat Provinsi Riau  yang ditetapkan oleh Gubernur Riau bernama Imam Munandar. Bahkan rumah adat tersebut menjadi ikon untuk provinsi Riau.

Rumah ini memiliki nama yang hampir sama dengan rumah selaso jatuh, tetapi masih ada perbadaanya. Letak perbedaannya  jika balai salaso yang digunakan untuk kegiatan musyawarah atau kegiatan bersama yang lain, namun untuk rumah selaso jatuh kembar ini digunakan untuk keperluan masing masing orang.

3.Rumah Lipat Kajang

Rumah adat riau - Rumah Lipat Kajang
www.karyapemuda.com

Rumah adat Riau yang kedua yakni rumah Melayu Lipat Kajang. Rumah tersebut bisa kalian jumpai  di Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi yang masih terpelihara dengan baik meski umurnya sudah sampai 2.5 abad.

Rumah tersebut memiliki bentuk seperti perahu yakni ujung atas bangunan yang juga melengkung ke atas. Jadi masyarakat sering menyebutnya  dengan lipat kejang atau pohon jerambah.

Kini rumah adat lipat kajang tidak lagi digunakan untuk tempat tinggal, padahal sangat disayangkan rumah yang memiliki desain arsitektur yang modern ini tidak digunakan lagi.

Seharusnya rumah adat tradisional perlu dilestarikan agar tidak tenggelam dengan zaman.

4.Rumah Melayu Atap Limas Potong

Rumah Adat Riau - Rumah Melayu Atap Limas Potong
www.backpackerjakarta.com

Rumah adat Riau berikutnya yaitu rumah atap limas potong. Ruma inilah yang sering digunakan para penduduk Riau sebagai tempat tinggal.

Rumat adat ini memiliki bentuk seperti limas yang terpotong yang masih banyak ditemui di kepulaun Riau.

Termasuk dalam ketegori rumah panggung dengan ketinggian sekitar 1,5 meter dari permukaan tanah. Ukuran tersebut tidak selalu sama tergantung keinginan pemilik rumah.

Struktur bangunan rumah melayu atap limas potong ini terdiri dari 5 bagian yaitu teras, ruang depan, ruang tengah, ruang belakang/tempa tidur, dan juga dapur.

Fungsi dari Ruang tersebut antara lain :

  • Area depan rumah berfungsi untuk memajang foto sejarah dari rumah limas potong tersebut.
  • Ruang Tengah berfungsi sebagai tempat tidur dilengkapi dengan kelambu yang menyatu dengan dapur. Ruang tengah ini memiliki aroma khas seperti pengantin khas Melayu.
  • Ruang Dapur berfungsi seperti ruang dapur pada umumnya yaitu memasak. Peralatan dapur yang digunakan orang Melayu masih terjaga dengan baik dan juga dipajang pada bagian dapur rumah seperti tungku kayu, piring, sendok, panci, dan beberapa buah tempeyan dan beberapa peralatan dapur lain.

5.Rumah Melayu Atap Lontik

Rumah adat Riau - Rumah Melayu Atap Lontik
riauberbagi.blogspot.com

Jika tadi rumah melayu dengan atap limas potong, selanjutnya rumah adat Riau yaitu rumah melayu atap lontik. Rumah melayu atap lotik ini juga disebut dengan pancalang karena pada bagian dinding depan terdapat hiasan berbentuk perahu.

Jika dilihat sekilas memang bentuknya unik seperti perahu yang dibuat oleh penduduk. Selain bentuk yang unik, adalagi keunikannya seperti pada jumlah anak tangga dan bentuk tiangnya.

Untuk jumlah anak tangga memiliki jumlah ganjil seperti lima, tujuh, dan sebagainya. Angka lima tersebut memiliki makna tentang agama islam yang memiliki 5 perkara yaitu syahadat, sholat, zakat, puasa dan naik haji.

Sementara untuk bentuk tiang rumah memiliki variasi mulai dar segi empat, segi enam, segi tujuh, segi delapan, dan juga segi sembilan.

Bentuk segi empat dan segi delapan melambangkan empat penjuru mata angin, dan untuk segi enam melambangkan jumlah rukun Islam dan juga kebenaran Islam.

6.Rumah Adat Belah Bubung

Rumah Adat Riau - Rumah Adat Belang Bubung
riauberbagi.blogspot.com
Rumah Adat Belah Bubung - Ruma Adat Riau
www.kalimat.id

Rumah adat Tradisional yang kelima yaitu rumah adat belah bubung. Mengambil nama rumah adat bubung sebab atap rangka dari rumah ini mmemakai bubung atau bambu dan desainnya juga terlihat seperti terbelah menjadi dua.

Rumah ini juga termasuk dalam kategori rumah panggung yang mempunyai ketinggian kurang lebih seinggi 2 meter dari permukaan tanah.

Material bangunan yang digunakan untuk rumah ini ialah dari alam, seperti kayu, papan, dan daun rumbia/daun nipuh.

Untuk kayu digunakan sebagai tiang, bendul, tangga, gelagar dan juga rasuk. Papan sebagai dinding sedangkan, daun rumbia/daun nipuh untuk bagian atap yang berbetuk pelana kuda.

7.Rumah Singgah Sultan Siak

Ruma Adat Riau - Rumah Singgah Sultan Siak
bayuwinata.wordpress.com

Rumah singgah sultan Siak adalah rumah adat riau yang memang digunakan untuk persinggahan Sultan Siak, Sultan Syarif Qasim II.

Memiliki model rumah dengan ciri khas kombinasi warna , krem, keemasan, kuning dan juga biru yang masih tetap dipertahankan.

Rumah panggung ini terbuat dari kayu, untuk bagian atap menggunakan material asbes. Sedangkan, pondasi bangunan terbuat dari tiang untuk mengantisipasi air sungai yang pasang.

8.Rumah Inap Sultan Syarif Qasim II

Rumah Inap Sultan Syarif Qasim II - Rumah Adat Riau
www.riaumagz.com

Rumah inap Sultan Syarif Qasim II ini juga menjadi bagian rumah adat khas dari Provinsi Riau. Sesuai dengan namanya rumah ini memang dulunya sebagai tempat penginapan oleh Sultan Siak ke-12 yang berkunjung ke Senapelan, Pekanbaru waktu itu.

Terdapat dua rumah yang dikunjungi oleg belia yaitu rumah singgak yang keberadaanya di jalan perdagangan tepinya Sungai Siak dan rumah inap yang belum jelas keberadaanya. Masyarakat lebih mengetahui rumah adai singgah sedangkan rumah inap.


Itulah ragam rumah adat Riau yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri yang masih kental dengan nilai religi agama Islam. Semoga setelah membaca artikel ini manambah wawasan kita dalam mengenal Indonesia dan tentunya bisa menambah kecintaan kita untuk Negara Indonesia ini.

Nurul potret

Si Penulis adalah seorang perempuan yang suka travelling dan ingin mengililingi indahnya keragaman kebudayaan dan kesenian di Indonesia

Yakin nggak mau komen nih

Close Menu