Terungkaplah 7 Tradisi Suku Melayu Deli di Indonesia

Terungkaplah 7 Tradisi Suku Melayu Deli di Indonesia

Kembali dengan Hownesia mengungkit keindahan di Indonesia dengan tema pada artikel kali ini yaitu tentang Suku Melayu Deli.

Berbicara mengenai suku memang tidak akan habisnya di Indonesia ini berdasarkan sensus BPS tahun 2010 ada lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa di Indonesia, atau tepatnya 1.340 suku bangsa.

Waow Banyak sekali kan! Dan Pulau Jawa menepati Pulau terbanyak suku-sukunya. Suku-suku di Indonesia memang banyak, hal itulah yang menjadikan Indonesia memiliki keragaman kebudayaan dan kesenian.

Keragaman dan Kebudayaan tersebut selalu ada ciri khas dan keunikan di setiap masing-masing suku. Mulai dari rumah adat, pakaian adat, tarian adat, dan juga upacara adat yang berbeda.

Nah, kali ini kita akan membahas keragaman dan kebudayaan tersebut dari salah satu suku di Indonesia yaitu Suku Melayu Deli. Melayu? Deli? Apaan sih… haha.

Ya udah langsung saja ya kita akan mengupas tetang Suku Melayu tersebut mulai dari sejarah, tradisi-tradisi, keadaan geografis dan perkampungan, pola perkampungan, makanan khas melayu deli, dan masih banyak lagi.

Berikut ini dia penjelasannya :

Sejarah dan Persebaran Suku Melayu Deli

Sejarah dan Persebaran Suku Melayu Deli
id.wikipedia.org

Suku Deli Melayu adalah termasuk ke dalam sub kelompok suku bangsa Melayu di Sumatera Timur yang awalnya kelompok asal Sumatera Utara.

Sebagaian dari Suku Deli dikenal masyarakat Melayu yang saat itu berdiam di Deli Serdang dan sekitar Kota Medya Medan (Daerah Deli) yang letaknya tidak jauh dengan Pantai Timur Sumatera. Daerah Deli Sardang memiliki luas 6.064 km persegi dan mempunyai 33 kecamatan.

Selanjutnya penduduk Suku Melayu Deli pada tahun 1984 hidup dengan suku yang lainnya seperti Suku Batak Karo, Suku Toba, Suku Aceh, Suku Minagkabau dan sebagainya.

Tercampurnya Suku tersebut terjadi di Kota Madya Medan yang meliputi Kecamatan  Medan Deli, Medan Barat, Medan Labuhan, Medan Denai, Medan Timur, Medan Johor, Medan Sunggal, Medan Kota, Medan Tuntungan, Medan Baru, Medan Belawan. Hal tersebut menjadikan Kota Madya Medan memiliki 11 Kecamatan dan  1.245.725 jiwa.

Bisa dipresentasikan Orang Melayu Deli yang tinggal di Kota Madya Medan sebagai berikut :

Kec.Medan Deli (20%)
Kec.Medan Labuhan (40%)
Kec.Medan Belawan (40%)

Nah itu dia Sejarah dari Suku Melayu Deli yang awal mula tinggal sendiri dan belum ditunjukkan ke sukan-nya , di Kota Medan Madya mulai ditunjukkan dan mulai berbaur dengan suku lainnya.

Oh iya berdasarkan catatan sejarah juga, dulu terjadi perpecahan di berbagai macam kalangan termasuk orang Melayu juga, perpecahan tersebut terjadi ketika pergantian kekuasan penjajahan dari Inggris ke Belanda pada tahun 1822. Hal itulah membuat Orang Melayu berpecah dari Kesultanannya, adapun peninggalan dari Kesultanan/kerajaan Deli hanyalah Istana Maimoonnya yang terletak di kota Medan.

Sumber Daya Alam Suku Melayu Deli

Sumber Daya Alam Suku Melayu Deli
Sejarah Perkebunan Tembakau Deli Serdang

Daerah Deli Serdang adalah daerah yang bisa dikatakan daerah yang subur. Hasil-hasil SDA yang didapatkan dari daerah tersebut antara lain lada, cengkeh, tembakau, dan tanaman rempah-rempah lainnya.

Banyaknya tanaman rempah-rempah tersebut, sebab Suku Melayu yang berhubungan baik dengan Suku Karo, nah karena Suku Karo mempunyai keahlian dalam menanam tembakau membuat daerah deli kaya akan tanaman-tanaman rempah.

Pada zaman sebelum kemerdekaan di saat penjajahan Belanda, Belanda sangat berminat untuk menguasai daerah Deli Serdang dengan cara membuka perkebunan tembakau secara besar-besaran didaerah tersebut.

Alhasil banyak sekali para pendatang dari daerah lain masuk ke dearah Deli Serdang, untuk dijadikan pekerja di perkebunan tersebut. Pendatang dari suku lain seperti  orang Aceh melalui perbatasan utara, orang Bugis melalui pantai Timur Sumatera orang Minangkabau dari arah selatan, dan orang Jawa yang sengaja didatangkan sebagai buruh perkebunan.

Bahkan Belanda mendatangkan tenaga pekerja orang Tionghoa dari Semenanjung (Singapura) dan orang India sekaligus untuk memenuhi tenaga kerjanya.

Mirisnya karena banyak orang pendatang dari daerah, suku, dan bahkan negara lain membuat orang Melayu terdesak dan mulai dari tanah kelahiran tersebut.

Mata Pencaharian Suku Melayu Deli

Sumber Daya Alam Suku Melayu Deli
www.riauone.com

Mata pencaharian dari Suku Melayu sendiri banyak ada yang bermatapencaharian ebagai petani, mereka bercocok tanam dengan metode tradisional, menenangkap ikan, berdagang dan juga di sektor pemerintahan.

Namun, Banyak dari mereka yang bekerja sebagai pegawai dan buruh di perkebunan milik pemerintah maupun pihak swasta asing yang dikelola dengan teknologi modern.

Bahasa Suku Melayu Deli

Bahasa Melayu Suku Melayu Deli
Bahasa Melayu Suku Melayu Deli

Bahasa untuk Suku Melayu dipengaruhi oleh para pendatang-pendatang baru dari bangsa lain, teringat bahwa daerah Deli adalah daerah akan kaya dengan rempah-rempah.

Bahasa Melayu yang dipakai untuk Suku Deli ini memiliki ciri khas yang mencolok yaitu penggunaan huruf e. Huruf “e” tersebut mirip dengan bahasa maye-maye dan bahasa Malaysia.

Contoh Bahasa Melayu Deli :

  • Indonesia – Melayu Deli
  • kau = ko, kow
  • ini = ni
  • itu = tu
  • sedikit = sikit

Sebenarnya bahasa Melayu memiliki sub-sub bahasa lagi dari Kota Medan, namun sekarang sudah berkembang dan menjadi salah satu dialek bahasa Melayu, yaitu bahasa Medan.

Pada dasarnya memang bahasa Medan sama dengan bahasa Melayu Deli, tetapi terserap juga bahasa yang lainnya seperti dari bahasa Batak Toba, Batak Karo, Batak Mandailing, China, India, Arab, Minangkabau, Inggris, Belanda dan lain-lain.

Sedangkan logat bahasa Medan banyak dipengaruhi oleh logat batak, sehingga logatnya terdengar semi Melayu dan Semi Batak.

Dalam Sasatra Melayu Deli, Bahasa Melayu Deli juga dipengaruhi oleh ajaran Hindu dan Budha, sebab adanya patung-patung yang bertulisan aksara “nagari’ atau “kawi”. Adanya Budaya Hindu juga terbukti dalam “Hikayat Sri Rama”  “Hikayat Perang Pandawa Jaja” dan “Hikayat Sang Boma”.

Masyarakat Suku Melayu Deli

Masyarakat melayu deli yang menrapkan prinsip menbantu orang dan hidup mandiri
www.shoraer.blogspot.com

Setiap Suku pastinya memiliki sifat yang sangat berbeda-beda meskipun itu masih dalam satu Pulau. Seperti halnya Suku Melayu Deli ini yang memiliki perbedaan dari Suku lain yang sama-sama dari Kota Medan.

Orang Melayu Deli memiliki karakter baik, ramah, tidak kasar, suka menolong, dan welcome dengan orang baru. Selain itu Ciri khasa dari Orang Melayu Deli adalah suka membantu sesama manusia.

Prinsip dari kehidupan Masyarakat Melayu sendiri yaitu hidup mandiri dan saling membantu orang lain.

Dalam kehidupan Suku Melayu Deli mereka terbagi dalam tingkatan dalam masayarakat :

1.Golongan aristokrasi

  • Raja dan anak-anak raja (tengku)
  •  Turunan pembesar daerah (wan, orang kaya, datuk muda)

2. Golongan pembesar dikampung

  • Golongan ulama
  • Cerdik pandai
  • Rakyat jelata

Agama Suku Melayu Deli

Masjid-Raya-Al-Osmani-3 - masjid suku melayu deli
www.tourtoba.com

Bisa dibilang seluruh masyarakat Melayu Deli memeluk agama Islam Sufi. Menurut orang Melayu, Melayu adalah Islam. Pernyataan tersebut dinyatakan sebab hampir seluruh adat-istiadat dan budaya suku Melayu berlandaskan Islam.

Jika diperbandingkan Agama Islam sebesar 99,9% dan Agama Kristen 0,1. Meskipun didominasi oleh Islam yang tidak percaya dengan hal-hal ghaib, masih ada juga mempercayai hal tersebut.

Agama Islam
Agama Kristen

Kebudayaan Tradisi Suku Melayu Deli

1.Tradisi Kelahiran

mengadzani bayi baru lahir merupakan tradisi kelahiran dari suku melayu deli
www.ndikrulil.com

Tradisi kelahiran dari Suku Melayu seperti halnya dengan masyarakat pada umunya yang memeluk Agama Islam yakni setelah lahir seorang anak lalu dibaringkan di tempat tidur dan dibisikkan adzan.

Selain itu ada tradisi lain yakni upacara turun mandi yang dilakukan setelah anak berumur seminggu, dalam upacara tersebut Ibu dan bayi dibawa oleh bidan untuk dimandikan ke sungai.

2. Tradisi Pernikahan

Upacara adat pernikahan suku Melayu Deli
www.bajutradisionals.com

Pernikahan adalah sesuatu yang sudah menjadi Sunatullah bagi setiap manusia, menikah adalah penyempurna sebagian dari Agama kita. Akan tetapi pernikahan tidak sekedar sah, sebab dari Suku Melayu sendiri memiliki tradisi yang mungkin hampir dari suku yang lain juga ada dan berbeda.

Inilah prosesi tradisi dari pernikahan dari Suku Melayu :

  • Merisik
  • Meminang
  • Berinai
  • Berandam
  • Menikah (akad nikah)
  • Bersanding
  • Tepuk tepung tawar
  • Makan nasi hadap-hadapan
  • Memberi hormat pada mertua
  • Berdimbar (mandi taman)

Selain itu terdapat juga larangan-larangan yang harus dilakukan untuk calon wanita melayu sebelum menikah yakni, sebagai berikut :

  • Calon pengantin Wanita dilarang bepergian kecuali mendapat izin dari orang tuanya.
  • 1 minggu sebelum menikah dilarang keras untuk keluar/bepergian.
  • Apalagi 3 hari sebelum menikah haram bagi mempelai wanita untuk berpergian.

3. Tradisi Kematian

Tradisi kematian suku melayu deli
www.boombastis.com

Kematian adalah hal yang sudah pasti terjadi untuk semua umat manusia, dan kematian itu tidak bisa dihindari. Kematian dari Suku Melayu juga sama dengan suku yang lain.

Berikut adalah prosesi atau tradisi yang diterapkan disaat ada kematian.

  • Pihak yang ditinggalkan segera menyampaikan kabar kematian kepada tokoh masyarakat, tetangga, dan aparatur pemerintahan secara beranting.
  • Salah satu tokoh masyarakat akan memainkan alat tradisional Bedug yang ada di Masjid atau langgar dalam menyampaikan kabar tersebut ke masyarakat.
  • Biasanya masyarak Suku Melayu akan mahfum bahwa salah satu anggotan masyarakat ada yang sudah meninggal.
  • Setelah mengetahui hal tersebut masyarakat segera menghentikan aktivitas dan beranjak ke rumah duka untuk melayat.
  • Masyarakat yang datang biasanya akan membawakan beras dan makanan pokok lainnya.
  • Setelah sampai di rumah duka masyarakat akan membacakan surat yasin untuk si mayat dan ada juga masyarakat cukup datang dan menunggu waktu pelaksanaan penguburan. Penguburan akan dilaksanakan setelah tengah hari, yaitu antara pukul 14.00 sampai 16.00.

4. Tradisi Berkapur Sirih

Info-terkait-dengan-Berkapur-Sirih-Melayu-sebagai-budaya-Melayu
www.silontong.com

Berkapur sirih adalah salah satu tradisi yang dimiliki oleh Kaum Suku Melayu Deli. Tradisi ini adalah sebuah tradisi makan sirih yang diramu dengan kapur dan pinang.

Selain dimakan bagi masyarakat Puak Melayu Sirih dikenal sebagai lambang adat resam dan adat istiadat Melayu yang telah menjadi suatu kepastian di dalam beberapa upacara adat kaum di rantau-rantau Melayu.

Fungsi lainnya dari kapur sirih ini, antara lain :

  • Kapur sirih sebagai pengobatan tradisional
  • Kapur sirih untuk upacara pernikahan, jenis sirih ini yakni sirih junjung yang dihiasi cantik sebagai barang hantaran pengantin dan juga sirih penyeri kepada pengantin perempuan.
  • Kapur sirih digunakan dalam acara  upacara resmi kebesaran istana dan kerajaan juga, sirih junjung memainkan peranan penting, sirih menjadi penyeri majelis dan mengepalai sesuatu perarakan yang diadakan.

5. Tradisi Pakaian Melayu

Pakaian sehari-hari suku melayu deli

Dalam berpakaian pun ada tradisinya juga ternyata, tetapi masyarakat Suku Melayu Deli mengatakan bahwa tradisi tersebut adalah adab dalam berpakaian.

Ada ungkapan dari Suku Melayu dalam hal ini yakni “adat memakai pada yang sesuai, adat duduk pada yang elok, adat berdiri tahukan diri”.  Ungkapan tersebut memiliki arti sangat dalam yakni ang intinya memberi petunjuk, bahwa setiap manusia di haruskan untuk meletakkan sesuatu pada tempatnya, berperilaku menurut alur dan tempatnya.

Sesuai dengan ungkapan diatas membuat orang-orang Melayu selalu memilih pakaian yang sesuia dengan diri dan kedudukannya, berusaha memakai dengan baik dan benar, sekaligus menghindari larangan dalam berpakaian.

Jenis-jenis pakaian melayu tersebut antara lain :

  • Baju gunting cina
  • Baju cekak musang
  • Baju teluk belanga
  • Baju kurung
  • Baju Kebaya labuh

Nah itu dia sahabat hownesia mengenai informasi tentang Suku Melayu Deli, mulai dari sejarah, letak geografis, mata pencaharian, agama, tradisi dan lain sebagainya.

Dapat disimpulkan bahwa kebanyakan tradisi dan kebudayaan dari Suku Melayu Deli ini berpegang teguh dengan Keislaman. Sebab sesui dengan faham mereka bahwa Melayu adalah Agama Islam bagi mereka.

Pesan saya kita sebagai warga Indonesia harus bersyukur dengan adanya banyak keragaman di Indonesia seperti keunikan dan ciri khas di setiap daerah yang perlu kita apresiasi kan dan juga patut kita banggakan.

Semoga artikel ini bisa membuat bangga akan adanya Indonesia.

Sampai Jumpa…

Nurul potret

Si Penulis adalah seorang perempuan yang suka travelling dan ingin mengililingi indahnya keragaman kebudayaan dan kesenian di Indonesia

Yakin nggak mau komen nih

Close Menu